+6281297971434 info@webdesainid.net

 

Psikologi Warna Desain Website WebDesainID

image source : www.erinvaledesign.com

Psikologi Warna Pada Desain Website

Jika kita membahas tentang sebuah Desain Website, maka hal itu tak dapat dipisahkan dengan hal yang berkaitan dengan segala teori warna. Karena pemilihan warna yang tepat akan mencerminkan branding dan karakter sebuah website, tidak hanya berpengaruh pada tampilan website saja. Dan apakah kombinasi warna-warna yang digunakan pada suatu desain website akan berpengaruh juga kepada audience atau pengunjung website kita? Ya, tentu saja πŸ™‚

Melihat begitu kuatnya efek warna pada desain website, saya mencari beberapa referensi untuk dapat memahaminya lebih dalam lagi. Untuk itu, kali ini saya ingin sedikit bercerita tentang psikologi warna jika dikaitkan pada desain website.

Psikologi Warna Pada Desain Website

image source : www.indulgy.com

Psikologi Warna Pada Desain Website

Pembagian kelompok warnaΒ dasar yang sudah sangat kita kenal adalah warna primer, sekunder, dan tertier. Warna Primer terdiri dari warna warna Merah, Kuning dan Biru. Warna Sekunder adalah warna turunan dari campuran antar warna primer. Sedangkan kelompok Warna Tertier adalah turunan dari warna-warna sekunder.

Selain pembagian dasar itu, Warna secara umum juga dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu :

1. Warna Dingin (cool colors)

Kelompok warna dingin biasanya memiliki efek menenangkan bagi yang melihatnya. Jika sebuah desain website hanya menggunakan kelompok dari warna-warna dingin, kesan yang ditampilkannya adalah dingin dan tidak bersifat pribadi atau tidak mengena kepada perseorangan pengunjungnya.

Jadi, jika ingin menggunakan kelompok warna dingin dalam rancangan desain website, alangkah bijaknya jika ditambahkan dengan warna-warna lain dari kelompok warna hangat. Hal ini dapat kita lakukan agar dapat sedikit meredam efek dan kesan dingin yang terbawa dari sifat cool colors.

Yang termasuk dalam kelompok warna dingin antara lain, adalah : Biru, Hijau, Ungu, Perak (silver), Turquoise.

2. Warna Hangat (warm colors)

Warna-warna hangat pada dasarnya mempunyai sifat yang membawa gairah, semangat dan keceriaan. Desain website yang terdapat warna hangat di dalamnya akan memberikan suasana lebih menarik dan atraktif.

Namun, jika sebuah desain website hanya didominasi dengan satu kelompok warna hangat saja, maka suasana akan terkesan over-stimulasi pada para pengunjung web. Warna hangat yang terlalu banyak diekspos juga akan mencerminkan sifat marah, emosional dan agresif. Maka, ada baiknya penggunaan warna hangat pada desain website diseimbangkan dengan warna-warna dari kelompok lainnya, warna dingin ataupun netral.

Yang termasuk dalam kelompok warna hangat antara lain, adalah : Merah, Pink, Kuning, Orange, Emas (gold).

3 Netral (neutral colors)

Kelompok ini adalah pelengkap dan merupakan pilihan terbaik dalam memadukan semua kelompok warna, baik warna dingin maupun hangat. Warna-warna netral sangat sempurna jika digunakan untuk menjadi pilihan warna pada background pada suatu desain website.

Warna netral juga berguna dalam memberikan tekanan pada warna-warna pekat yang lainnya. Seperti warna abu-abu atau hitam, sangat sempurna jika digunakan sebagai bayangan. Atau warna putih yang dapat memberikan efek “tint” pada desain web.

Yang termasuk dalam kelompok warna netral antara lain, adalah : Hitam, Putih, Abu-abu, Cokelat, Cream (beige).

 

Lalu, bagaimana komposisi warna yang sebaiknya dipilih? πŸ™‚

Berhubung tidak ada yang namanya “warna benar” dan “warna salah”, maka tak ada rumusan pasti bagaimana cara untuk memadu padankan warna pada desain website. Yang harus menjadi patokan dan kuncinya adalah, bagaimana kita dapat memahami target pengunjung website kita. Dengan demikian, kita dapat menerka bagaimana mereka akan bereaksi dalam merespon warna-warna tertentu, memahami mereka dapat disenangkan dengan pilihan warna yang bagaimana, dan sebagainya.

Saran saya, sesuaikan pilihan warna dan kombinasinya dalam desain website yang kita suguhkan, dengan Usia, Kelas Sosial (bawah, menengah, atas), Jenis Kelamin pengunjung target, dan juga pada Trends Warna yang sedang hits pada saat itu.

Bagaimana, sudah lebih paham tentang Psikologi Warna Pada Desain Website, kan? πŸ™‚

Shares

Pin It on Pinterest

Share This